Minggu, 31 Oktober 2010

Mas Penewu Surakso Hargo





Meletusnya Gunung Merapi 26 Oktober 2010,merupakan salah satu bencana alam yang melanda Indonesia selain beberapa alam lainnya.Dibalik kesedihan yang dirasakan karena bencana alam tersebut,Indonesia juga berduka karena kehilangan seorang sosok yang begitu menjunjung tinggi nilai sebuah kesetian,yaitu mbah marijan.


Raden Ngabehi Surakso Hargo,yang bernama asli Mas Penewu Surakso Hargo atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Mbah Marijan,lahir pada tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo,Desa Umbulharjo ,Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Beliau mempunyai seorang istri yang bernama Ponirah (73),10 orang anak (5 diantaranya telah meninggal),11 cucu,dan 6 orang cicit.beliau merupakan juru kunci Gunung Merapi yang ikut tewas pada saat gunung tersebut meletus.

Amanah sebagai juru kunci ini beliau terima semenjak tahun 1982.Pada tahun 1970 Mbah Maridjan diangkat menjadi abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta dan oleh Sultan Hamengku Buwono IX diberi nama baru, yaitu Mas Penewu Surakso hargo. Pada saat itu, sebagai abdi dalem, Mbah Maridjan diberi jabatan sebagai wakil juru kunci dengan pangkat Mantri Juru Kunci, mendampingi ayahnya yang menjabat sebagai juru kunci Gunung Merapi.Pada saat menjadi wakil juru kunci, Mbah Maridjan sudah sering mewakili ayahnya untuk memimpin upacara ritual labuhan di puncak Gunung Merapi. Setelah ayahnya wafat, pada tanggal 3 Maret 1982, Mbah Maridjan diangkat menjadi juru kunci Gunung Merapi.Sebagai seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan jabatan juru kunci, Mbah Maridjan juga menunjukkan nilai-nilai kesetiaan tinggi. Meskipun Gunung Merapi memuntahkan lava pijar dan awan panas yang membahayakan manusia, dia bersikukuh tidak mau mengungsi.Dan setiap gunung merapi menunjukkan tanda tanda akan meletus,para warga setempat selalu menunggu komando dari beliau untuk mengungsi.

Sikapnya yang terkesan mbalelo ini semata mata sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap tugas yang telah diamanatkan kepadanya oleh Ngarsa Dalem.Mbah marijan adalah sosok kesetiaan yang nyata,beliau seorang yang setia terhadap agama yang dianutnya,keluarganya,juga kepada tugasnya sebagai juru kunci merapi.Kesetiaan beliau terhadap merapi,beliau tunjukkan dengan cara tidak ikut mengungsi walaupun gunung tersebut sudah akan meletus,dan ini semua membuktikan bahwa hidupnya memang diabdikan kepada merapi.



Kini beliau hanya akan menjadi kenangan yang akan selalu di ingat oleh bangsa indonesia,kesetiaanya juga ketangguhannya dalam menjaga amanah adalah hal yang patut kita contoh untuk kehidupan kita dimasa mendatang.

Akhir kata,saya hanya dapat mengucapkan Semoga beliau bahagia disana,dan semoga segala pengabdiannya selama ini tidaklah sia sia.Selamat jalan Mbah Marijan,semoga Kesetianmu akan selalu ada di jiwa para penerusmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar